Penemuan Mayat Pria Tak Beridentitas di Hutan Temusuk Lombok Timur

Avatar
Mayat korban di temukan di Hutan Temusuk Lombok Timur
Mayat korban di temukan di Hutan Temusuk Lombok Timur

Wartacakrawala – Sebuah mayat pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi membusuk di Hutan Temusuk, Dusun Lekong Pulut, Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (28/10) sekitar pukul 13.25 Wita. Pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 50 tahun, dengan ciri rambut panjang, mengenakan jaket sweater pink dan celana jeans biru.

Saat ditemukan, mayat berada dalam kondisi sangat membusuk, terutama pada bagian wajah. Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Nikolas Osman, menyatakan bahwa penemuan mayat ini berawal dari informasi yang diberikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Mekarsari kepada pihak kepolisian.

Salah satu saksi, Amaq Yayan (32), seorang petani, mengungkapkan bahwa ia pertama kali melihat mayat tersebut pada Jumat (25/10) saat berburu rusa. Ia terkejut ketika anjingnya menggonggong, mengarahkannya ke lokasi mayat, tetapi karena merasa takut, ia memilih untuk pulang tanpa melapor.

Baca juga: Kasus Korupsi Sewa Alat Berat Dinas PUPR NTB, Polisi Sita Ekskavator dalam Penyelidikan Penyimpangan Dana

Baru pada Minggu (27/10), Amaq Yayan melaporkan penemuan itu kepada Kepala Dusun (Kadus) Lekong Pulut, yang kemudian menyampaikannya kepada Sekdes Mekarsari pada hari berikutnya. Sekdes kemudian menghubungi Polsek Suela untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Tim gabungan dari Polres Lombok Timur dan Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 15.15 Wita, dipimpin oleh AIPTU Rohadi. Mengingat medan yang terjal dan lokasi yang cukup jauh, tim membutuhkan waktu sekitar empat jam berjalan kaki dari pemukiman terdekat untuk mencapai Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah melakukan olah TKP, mayat dievakuasi dan dibawa ke RSUD Soedjono Selong untuk proses lebih lanjut. Menurut keterangan saksi dan Kadus Lekong Pujut, diduga korban adalah seorang ODGJ yang sering terlihat di sekitar dusun selama sebulan terakhir, bahkan sering meminta makanan dari warga dan beberapa kali berusaha memasuki hutan, tetapi selalu dicegah oleh masyarakat.

Dugaan sementara mengenai penyebab kematian korban adalah karena kelelahan dan kehilangan arah di medan hutan yang sulit, sehingga tidak dapat menemukan jalan pulang. “Berdasarkan kondisi mayat dan pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan,” kata Nikolas.

Pihak kepolisian telah mengambil sejumlah langkah, termasuk mendatangi TKP, berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Lombok Timur dan Tim SAR untuk proses evakuasi, serta menyusun laporan dan dokumentasi kejadian. Saat ini, mayat disimpan di RSUD Soedjono Selong sambil menunggu identifikasi dari pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal korban.

*) Baca Berita Wartacakrawala di Google News

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Pembuatan Ilustrasi gambar menggunakan AI

Artificial Intelligence dan Kurikulum Pendidikan Indonesia

Next Post
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTB

Polisi Rencanakan Pemeriksaan Terhadap Anggota DPRD NTB Terkait Dugaan Penipuan Proyek Rp1,29 Miliar

Related Posts
Total
0
Share