Wartacakrawala.com – Meskipun angka penurunan virus Covid-19 di Semarang tergolong Zona Hijau, akan tetapi peran Ibu sangat penting untuk tetap menjaga anaknya di masa pandemi New Normal ini.
Oleh karena itu, Mahasiswa KKN RDR ke-77 Kelompok 82 UIN Walisongo mengikuti kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dengan melibatkan Masyarakat RT 01 RW 07 Kelurahan Tlogomulyo untuk lebih memperketat menjaga anak, terutama pada anak perempuannya.
Baca juga: Memberdayakan Ekonomi Kreatif, Mahasiswa UIN Walisongo Adakan Pelatihan Merajut
Nur Rohmah (22) selaku anggota Mahasiswa KKN RDR ke-77 Kelompok 82 Mengatakan Kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dari pihak kelurahan ini sudah berlangsung sejak Pandemi Covid-19. Akan tetapi kali ini membahas Peran Ibu Untuk Menjaga Anak di Masa Pandemi.
Dalam kegiatan ini Ibu-Ibu RT 01 diharapkan untuk bisa lebih menjaga anak dari segi fisik dan psikisnya. Yang mana perempuan dan anak tetap diberikan perlindungan yang aman.
Hal ini menjadikan Kepala Keluarga dan Ibu Rumah Tangga harus bekerja sama dengan penuh perhatian dan semangat untuk menjaga anak mereka masing-masing terutama pada anak perempuan. Dikarenakan tingkat Perkawinan dini semakin naik dengan satu penyebab Hamil diluar nikah.
Baca juga: Pemberdayaan Ramah Lingkungan Melalui Daur Ulang Sampah Plastik
“Selain sosialisasi, juga dilakukan edukasi guna meningkatkan kesadaran perempuan dan anak akan pentingnya Pendidikan di masa mudanya terlebih lagi pada masa pandemi untuk lebih ditingkatkan belajar agar meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ini, dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan, daripada hamil diluar nikah.
Dengan adanya pendidikan, perhatian dan semangat dalam menjaga perempuan dan anak akan menjadikannya mempunyai masa depan yang cerah.
Baca juga: KKN UIN Walisongo Tengok Rumah Industri Sirup dan Saos Mangkangwetan
Ketua RT 01, Marlijanti sangat mengharapkan ibu-ibu untuk lebih bisa memberikan perlindungan dengan mengawasi tingkah laku anak untuk pencegahan kekerasan seksual dari semua pihak termasuk lingkungan pendidikan serta lingkungan temannya.
“Tingkat kesadaran masyarakat akan kekerasan seksual terbilang belum membaik karena angka kejahatan pada perempuan dan anak lebih meningkat, terutama di masa pandemi ini sangat disayangkan ketika pemerintah menghimbau untuk pembelajaran Online/Daring. Krena banyak sekali orangtua yang bekerja disaat jam sekolah anak sehingga anak banyak yang tidak diawasi dengan baik. Hal ini menjadikan anak untuk mencari tahu, semakin dia penasaran akan hal tersebut semakin dia pula mencari tahu bahkan sampai mencobanya. Maka dari itu sosialisasi ini sangat penting untuk ibu-ibu RT 01 untuk memperketat pengawasan pada perempuan dan anak yang masih dibangku sekolah. Agar dapat menurunkan angka kekerasan seksual dan meningkatkan pendidikan yang baik dan maju,” kata Marlinjanti
Selain itu, Muawanah selaku Humas di RT 01 menambahkan tentang kegiatan sosialisasi seperti ini, sangat penting dan diharapkan sekali untuk bisa menyadarkan masyarakat terutama pada pihak ibu rumah tangga agar memperketat penjagaan anak dalam berbagai hal.
“Dengan adanya kegiatan sosial ini, dilakukannya penanganan khusus dan mencegah supaya kasus tidak bertambah banyak sehingga dapat menurunkan angka kekerasan seksual pada perempuan dan anak, tidak hanya ibu rumah tangga saja yang berperan dalam hal ini akan tetapi tokoh agama juga memiliki peran penting dalam kejahatan seksual di masa pandemi seperti saat ini. Yang dapat diberikan bagi pemberdayaan ekonomi perempuan khususnya keluarga miskin dan perempuan yang menjadi kepala keluarga. Pemberdayaan perempuan ini memiliki fungsi yaitu sebagai sarana semua perempuan dan anak untuk memperoleh alat memerdekakan diri dari jerat kekerasan seksual pada anak usia dibawah umur hingga usia remaja,” Kata Muawanah. (*)