Wartacakrawala.com – Program digitalisasi desa yang menjadi salah satu dari 4 program prioritas Apedi (Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia) yang menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi desa, kembali memperoleh dukungan dari pihak swasta.
Kali ini, PT. Mitra Sangkara Abadi ( MSA) menegaskan komitmen untuk bersinergi membangun desa, ditandai dengan penanda tanganan MoU bersama DPP Apedi yg dihadiri juga oleh DPD Apedi Jawa Timur.
Muhammad Irfan selaku Presiden Apedi menyampaikan, Apedi yang beranggotakan pengusaha perorangan, pengurus BUMDes, hingga aktivis desa merupakan aset yang memegang kunci kemajuan perekonomian dilevel paling bawah pemerintahan.
“Fakta yang kami dapat dari BPS (Badan Pusat Statistik) tingkat kemiskinan terbesar itu berada di wilayah perdesaan. Apedi hadir untuk mempercepat proses pembangunan desa sejahtera dan mandiri, dan salah satu langkah strategis yang kita sudah sepakati dalam MoU tadi adalah cara untuk mewujudkannya,” kata Irfan.
Disisi lain, dalam penandatanganan MoU tersebut dihadiri secara langsung Agustino Wibisono ( Founder Misa Token ) sekaligus CEO PT. MSA.
Baca juga: Cara Mengatasi Overthinking Menurut Psikolog, Kamu Harus Memahami
Ia menjelaskan bahwa NFT (Non-Fungible Token) adalah aset digital yang sangat mengambil alih perhatian di dunia internet akhir-akhir ini. Saat ini, penggunaan NFT yang paling populer adalah untuk penjualan seni digital tetapi juga dapat digunakan untuk pemberian token pada aset lain seperti dokumen pembelian, pembayaran, dll.
Digitalisasi aset akan membawa sejumlah marketplace baru untuk menjual dan memperdagangkan aset ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya marketplace NFT di seluruh dunia.
“Kami launching token pertama di indonesia yang memiliki underlying fixed asset, langkah berani dari karya anak negeri. Harapannya, kedepan karya ini bisa dinikmati dan menjadi kebanggan untuk semua, baik warga kota apalagi yg di perdesaan,” pungkas Agus.
Turut mendampingi acara ini, DPD Apedi Jawa Timur, Kusfandian dan Gus Badrin. Mereka pun memberikan apresiasi dan merapatkan barisan guna mengawal terlaksananya program yang sudah disepakati.
Hal ini merupakan jawaban dari visi besar Apedi untuk warga desa, terutama yang memiliki kemauan untuk meningkatkan kesejahteraan desa namun terkendala dengan akses informasi dan daya dukung dari pihak luar.
“Hal ini seirama dengan Program Desa Berdaya, mari bersama kita kawal MoU yang sudah ditanda tangani tadi, kami akan selalu bersama dengan warga desa, melalui kader-kader Apedi yang tersebar di setiap pelosok desa di Jawa Timur,” tutup Kusfandian. (*)