Dinsos P3A Sumenep Siapkan Anggaran BLT Senilai Rp 8,3 Miliar

Shofy Maulidya Fatihah
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Ahmad Zulkarnain / Nita/Fer
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Ahmad Zulkarnain / Nita/Fer

Wartacakrawala.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, siapkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp8,3 miliar.

“Dana miliaran Rupiah itu akan diberikan kepada 9.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ujar Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Ahmad Zulkarnain, Senin (26/09/2022).

Ia menuturkan, jumlah Keluarga Perima Manfaat (KPM) tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 2.000 KPM dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Sayembara Desain Patung Bung Karno, Hadiah Ratusan Juta

“Pada 2021 jumlah pemerima sebanyak 7.000 KPM. Sedangkan untuk 2022 mencapai 9.000 KPM. Ada peningkatan sekitar 2.000 KPM,” tuturnya.

Penambahan kuota penerima BLT DBHCHT baru selesai dimusyawarahkan di tingkat kabupaten. Berapapun kuota yang disepakati dalam musyawarah tersebut akan disampaikan ke publik.

Saat ini pihaknya masih menunggu pengajuan calon KPM dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun dari desa, serta akan dilakukan verifikasi dan validasi ke lapangan.

Pihaknya akan terus mengawal calon KPM BLT DBHCHT agar tidak menerima double bantuan.

“Verifikasi dan validasi data, akan kami kawal agar tidak ada penerima yang double,” tandasnya.

Baca juga: Soal Kasus Lukas Enembe, Jokowi Minta Hormati Proses Hukum di KPK

Sedangkan untuk kriteria calon perima perupakan buruh petani rokok, dan buruh pabrik rokok. Pemberian BLT lebih ditekankan pada buruh tani, bukan petaninya. sedangkan buruh pabrik rokok diberikan kepada mereka yang perusahaannya legal.

“Bantuan itu hanya diberikan kepada buruh taninya saja, dan buruh pabrik rokok,” papar Zulkarnain, Senin (26/09/2022).

Ia menambahkan, untuk nominal perima BLT DBHCHT Rp900.000 per KPM. Dari segi nominal memang turun dari tahun sebelumnya. Namun dari jumlah KPM tahun ini justru lebih banyak.

“Nominal bantuannya turun, tapi jumlah KPM tahun ini lebih banyak, agar ada pemerataan KPM,” pungkasnya.

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar “Sayembara Desain Patung Bung Karno” / dok. Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya Gelar Sayembara Desain Patung Bung Karno, Hadiah Ratusan Juta

Next Post
Pemkab Kediri mulai mengoperasionalkan Bus Antar Jemput Sekolah (Bajes) / dok. Pemkab kediri

Bus Sekolah Bagi Pelajar Terdampak Pembangunan Bandara Kediri Mulai Beroprasi

Related Posts
Total
0
Share