Literasi Skill TIK untuk Pengembangan Diri Mahasiswa di Masa Pandemi

Luluk Mukarromah
Reza Pebriawan M, Program Studi Sistem Telekomunikasi 2020 Kelas A, Universitas Pendidikan Indonesia
Reza Pebriawan M, Program Studi Sistem Telekomunikasi 2020 Kelas A, Universitas Pendidikan Indonesia

Wartacakrawala.com – Pada pertengahan tahun 2019 dunia mengalami guncangan fenomena pandemi covid-19 yang berdampak besar pada kehidupan manusia. Penyebaran virus covid-19 menyebar secara luas di hampir seluruh dunia. Tak disangka-sangka penyebaran virus meningkat secara pesat. Manusia yang secara hakikatnya merupakan makhluk sosial, karenanya interaksi antar manusia tidak dapat dihindari. Dicatat dalam gugus tugas penaganan covid-19 di negara Indonesia, rakyat Indonesia terkonfirmasi positif virus corona sejumlah 664.930 orang dan jumlah orang yang meninggal 19.880 orang pada 21 Desember 2020.

Akibatnya banyak kerugian yang dialami negara. Oleh, karena itu pemerintah berupaya secara maksimal meminimalisir kenaikan kasus covid-19. Banyak langkah yang telah dilakukan pemerintah seperti pembatasan sosial secara besar-besaran dan kebiasaan baru yang dilakukan pada masa pandemi dengan menjaga jarak terhadap orang lain, rajin mencuci tangan dan memakai masker ketika diluar rumah sebagai bentuk langkah awal pencegahan wabah covid-19.

Interaksi tatap muka antar manusia dikurangi sebagai bentuk dalam pencegahan penyebaran virus corona. Aktivitas-aktivitas manusia mengalami penurunan total. Hal ini merugikan banyak pihak, sehingga berdampak pada berbagai bidang kegiatan manusia, seperti sektor ekonomi yang mengalami banyak penurunan, sektor transportasi internasional diberhentikan dan tranportasi antar daerah dibatasi, sektor pendidikan mengakibatkan aktivitas pembelajaran tatap muka dihentikan, sehingga pembelajaran dilakukan dengan secara daring. Kegiatan pendidikan ini mengalami penurunan drastis yang berdampak pada perubahan kegiatan dalam pembelajaran.

Perkembangan teknologi yang kian meningkat ini membantu berbagai aspek kehidupan salah satunya penggunaan teknologi komunikasi jarak jauh bermanfaat bagi sektor pendidikan. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring menggunakan smartphone maupun komputer tanpa mengurangi esensi pembelajaran. Proses belajar secara online merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan koneksi internet dengan konektivitas, aksesibilitas, fleksibilitas, dan usaha agar menciptakan proses pembelajaran secara online[1].

Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengajak Pemuda untuk Melek tentang Budaya

Pada masa pandemi covid-19 teknologi berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Apabila pendidik dan pembelajar mempunyai literasi TIK dasar dengan baik, yaitu mengetahui sistem teknologi dan dapat menggunakannya, maka proses belajar secara jarak jauh bisa terjadi dengan baik [2]. Penggunaaan teknologi berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar tetapi tidak semua masyarakat dapat menggunakan teknologi dengan baik. Maka dari itu penggunaan teknologi haruslah menjadi kemampuan yang harus dimiliki setiap masyarakat, baik pengajar maupun pelajar.

Pemerintah telah berupaya dari dulu untuk mengenalkan teknologi kepada pengajar dan pelajar pada pendidikannya, seperti di jenjang tingkat SMP sampai SMA telah mengenalkan didalam mata pelajaran TIK mengenai teknologi yang wajib dikuasai oleh siswa maupun gurunya hingga pendidikan tingkat atas mahasiswa yang harus berperan aktif dalam perkembangan zaman.

Pada masa pandemi ini keterbatasan dalam mekanisme pembelajaran membuat banyak kekurangan. Keterbatasan dari segi teknologi membuat metode pembelajaran tidak dapat berjalan dan tersampaikan dengan baik, dapat berupa kendala sinyal yang tiba-tiba hilang hingga kendala-kendala yang tidak dapat diduga. Borosnya kouta yang digunakan dalam media pembelajaran daring ini mengakibatkan salah satu kendala bagi setiap mahasiswa. Akibat kendala koneksi dan biaya paket data yang mahal membuat perhatian para mahasiswa[3].

Pembelajaran secara daring tidaklah menjadi hambatan mahasiswa untuk meningkat kemampuan literasi TIK dimasa pandemi covid-19. Tetapi apakah pembelajaran yang dilakukan secara daring dapat meningkatkan kemampuan dalam literasi TIK sebagai upaya pengembangan diri. Kesadaran mahasiswa haruslah ditingkatkan sebagai upaya menyadari pentingnya teknologi untuk kehidupan masa depan yang akan datang.

kunci sukses hidup di masa depan menurut laporan dari National Comitte Enquiry into Higher education (Dearing Report, 1998) mendorong agar para pelajar mempunyai keahlian yang lebih[4]. Keahlian ini disebut dengan information skill atau information literacy yang dibagi menjadi dua komponen penting antara lain IT Skills dan Information Handling Skills. IT skill ini mengandung tiga keahlian yang harus dimiliki, antara lain:
1. Keahlian dasar
2. Software Standar
3. Aplikasi jaringan
Dari 3 keahlian tersebut diharapkan mahasiswa dapat memiliki dan menguasai keterampilan tersebut.

Pada pandemi covid-19 ini banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk dapat menjelajahi dan meningkatkan kemampuan dalam menggunakan berbagai teknologi canggih pada komputer. Hal ini peningkatan produktivitas dalam menggali ilmu dan memanfaatkan teknologi yang ada haruslah menjadi kewajiban mahasiswa sebagai generasi bangsa yang berguna bagi masyarakat dan negara. Intensitas perkembangan zaman yang kian meningkat mengakibatkan perubahan pada setiap waktunya. Teknologi banyak bermunculan, keilmuan baru dan istilah-istilah asing bertambah, maka dari itu mahasiswa didorong untuk dapat mengikuti dan mengimbangi setiap perubahannya.

Di zaman yang serba canggih ini berbagai website dan blog telah menghadirkan konten-konten pembelajaran yang menarik dan bermanfaat. Pernyataan tersebut telah diperkuat oleh Yanuar yang mengatakan bahwa blog dapat diakses dengan bebas selama user mempunyai komputer dan jaringan internet yang berarti teknologi dapat digunakan oleh siapapun[5]. Maka dari itu literasi TIK haruslah ditingkatkan guna memperluas wawasan keilmuan.

Web blog saat ini merupakan salah satu media sarana untuk mencari ilmu bagi setiap pelajar. Konten-konten yang didesain secara menarik dan dituangkan dengan segudang ilmu manfaat menjadikan salah satu media referensi dalam memperluas wawasan keilmuan. Kemunculan kreator konten internet menjadi ajang manfaat bagi setiap pembacanya. Mencari suatu wawasan ilmu saat ini tidaklah sulit untuk dicari penggunaan internet secara positif akan meningkatkan wawasan keilmuan para mahasiswa. Banyak website dan blog yang menampilkan konten keilmuan yang bermanfaat.

Pendidikan merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap manusia. Oleh, karena itu setiap individu mahasiswa harus sadar akan pentingnya memahami esensi pendidikan dan kemampuan dalam teknologi agar dapat berkontribusi terhadap bangsa dan negara dimasa modern yang akan datang. Meningkatkan literasi TIK atau digital merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan mahasiswa.

Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif [6]. Literasi digital sebagai rangkaian gerakan melek media yang dirancang agar meningkatkan kontrol individu terhadap media yang mereka gunakan untuk mengirim dan menerima pesan [7]. Kemajuan teknologi yang sangat pesat ini diharapkan mahasiswa dapat mengimbangi dan bersaing dalam perkembangan zaman ini. Hal ini kegiatan literasi digital harus dapat dilakukan bagi setiap mahasiswa. Gerakan dalam upaya meningkatkan mutu mahasiswa yang berintegritas tinggi dengan kemajuan modern haruslah menjadi karakteristik mahasiswa. Keterampilan pada bidang TIK adalah menyusun atau menciptakan konten digital dengan menggunakan keahlian untuk merancang informasi atau pengetahuan[8]. Hal ini literasi digital mencakup pada kemampuan dibidang teknologi. Elemen penting literasi digital adalah menyangkut keahlian apa saja yang harus dikuasai dalam pemanfaatan pada teknologi informasi dan komunikasi[9].

Terdapat banyak teknologi yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh mahasiswa. Banyak upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan literasi TIK dapat berupa mempelajari berbagai aplikasi antara lain aplikasi yang disediakan oleh OS Microsoft berupa word, excel dan power point. Mahasiswa juga dapat menjelajahi website maupun blog untuk meningkatkan keilmuan dalam teknologi.

Di zaman yang serba canggih ini memudahkan mahasiswa untuk berkembang secara mandiri tanpa bantuan dosen. Hal ini, mahasiswa dapat leluasa menjelajahi ilmu pengetahuan secara bebas dan menyeluruh. Keunikan bentuk dan tipe informasi ini sepatutnya dapat menekankan pelajar supaya lebih selektif dan mampu menggunakan kemajuan teknologi informasi dengan maksimal[10].

Banyak video tutorial tersebar luas dijejaring internet. Perkembangan teknologi yang kian meningkat menjadikan banyak teknologi yang kian bertambah, sebagai mahasiswa harus dapat mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, meningkatkan literasi TIK menjadi keharusan yang wajib dilakukan bagi mahasiswa. Peningkatan skill dalam bidang teknologi harus ditingkatkan sebagai bentuk menjadi mahasiswa yang berintegritas tinggi dengan kemajuan modern. Hal ini mahasiswa dapat meningkatkan skill secara otodidak maupun dibantu oleh dosen. Semoga dengan kesadaran akan pentingnya meningkatkan literasi TIK dimasa pandemi covid-19 dapat menjadikan mahasiwa yang produktif dan bermanfaat di masa yang akan datang. (*)


Reza Pebriawan M merupakan mahasiswa jurusan Sistem Telekomunikasi di Universitas Pendidikan Indonesia kampus Purwakarta semester 1. Esai ini adalah salah satu syarat kelulusan mata kuliah Literasi TIK yang diampu oleh bapak Hafiyyan Putra Pratama, S.ST, M.T. & Syifaul Fuada, S.Pd., M.T.


*)Penulis: Reza Pebriawan M,
Program Studi Sistem Telekomunikasi 2020 Kelas A, Universitas Pendidikan Indonesia

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Wartacakrawala.com

*)Opini di Wartacakrawala.com terbuka untuk umum

*)Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim


Daftar Pustaka
[1] A. Sadikin and A. Hamidah, “Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19,” BIODIK, vol. 6, no. 2, pp. 109–119, Jun. 2020, doi: 10.22437/bio.v6i2.9759.

[2] Abdul Latip, “PERAN LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19,” EduTeach J. Edukasi Dan Teknol. Pembelajaran, vol. 1, no. 2, pp. 108–116, Jun. 2020, doi: 10.37859/eduteach.v1i2.1956.

[3] A. Yudiawan, “BELAJAR BERSAMA COVID 19: Evaluasi Pembelajaran Daring Era Pandemi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, Papua Barat,” AL-FIKR J. Pendidik. Islam, vol. 6, no. 1, pp. 10–16, Aug. 2020, doi: 10.32489/alfikr.v6i1.64.

[4] S. H. Pattah, “LITERASI INFORMASI: PENINGKATAN KOMPETENSI INFORMASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN,” vol. 2, no. 2, p. 12, 2014.

[5] N. L. Khusniyah and L. Hakim, “EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DARING: SEBUAH BUKTI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS,” J. Tatsqif, vol. 17, no. 1, pp. 19–33, Jul. 2019, doi: 10.20414/jtq.v17i1.667.

[6] Sutrisna, I Putu Gede, “GERAKAN LITERASI DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19,” May 2020, doi: 10.5281/ZENODO.3884420.

[7] H. Silvana and C. Darmawan, “PENDIDIKAN LITERASI DIGITAL DI KALANGAN USIA MUDA DI KOTA BANDUNG,” PEDAGOGIA, vol. 16, no. 2, p. 146, Aug. 2018, doi: 10.17509/pdgia.v16i2.11327.

[8] A. Irhandayaningsih, “Pengukuran Literasi Digital Pada Peserta Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID-19,” p. 10.

[9] U. Farida and A. N. Adhi, “Keefektifan Literasi Digital UPT Perpustakaan Universitas Semarang di Masa Pandemi,” p. 6, 2020.

[10] I. Kurnianingsih, R. Rosini, and N. Ismayati, “Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Bagi Tenaga Perpustakaan Sekolah dan Guru di Wilayah Jakarta Pusat Melalui Pelatihan Literasi Informasi,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. Indones. J. Community Engagem., vol. 3, no. 1, pp. 61–76, Dec. 2017, doi: 10.22146/jpkm.25370.

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Mahasiswa kuliah kerja n yata mandiri inisiatif terprogram dari rumah (KKN MIT-DR) Kelompok 30 UIN Walisongo semarang mengikuti kegiatan rutinan karawitan

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengajak Pemuda untuk Melek tentang Budaya

Next Post
Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Terprogram dari Rumah ke-11 (KKN MIT DR-11) UIN Walisongo Semarang melakukan pembagian masker

Cegah Penyebaran Covid-19, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bagi-Bagi Masker

Related Posts
Total
0
Share