Wartacakrawala.com – Mahasiswa kuliah kerja n yata mandiri inisiatif terprogram dari rumah (KKN MIT-DR) Kelompok 30 UIN Walisongo semarang mengikuti kegiatan rutinan karawitan “Langen Karya Budaya” yang berada di RW 3 Kelurahan Kandri, kamis(1/05).
Gamelan merupakan salah satu dari sekian banyak alat musik yang kental dan melekat dengan adat & budaya Jawa.Harmonisasi suara yang dihasilkan alat musik instrumental ini sangat khas ketika dimainkan,diera yang sangat pesat perkembangan dunia tekhnologi ini sangat disayangkan banyak generasi muda yang apatis terhadap warisan/peninggalan budaya leluhur mereka sendiri terkhususnya alat musik gamelan.
Pengaruh peradaban tekhnologi menimbulkan permasalahan yang kompleks bagi muda mudi Indonesia seperti halnya penurunan mental dan daya ingat anak juga emosi yang tidak stabil. Hal ini mengindikasikan bahwa dampak yang ditimbulkan dari konsumtif penggunaan tekhnologi yang tinggi cenderung membuat generasi muda sekarang lebih senang berkecimpung dan mengenal dunia tekhnologi daripada harus merawat tradisi yang diwariskan secara turun temurun.
Baca juga: Pengabdian Mahasiswa KKN Uin Walisongo untuk Desa Kemawi
Dalam rangka mengantisipasi terkikisnya kepedulian generasi muda terhadap budaya leluhur mereka, salah satu mahasiwa KKN UIN Walisongo kelompok 30 di Kelurhan kandri RW 3 berinisiatif untuk mengajak paguyuban dan karang taruna Desa untuk berpartisipasi dalam melestarikan budaya jawa lewat permainan alat musik gamelan. Pelaksanaan dikoordinatori oleh ketua Bapak Abdul Karim dan seorang instruktur musik.
Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian serta menghilangkan sikap apatis dari generasi muda Bangsa Indonesia terhadap warisan budaya dan adat istiadat yang menjadi Identitas masyarakat Indonesia.
“Kebudayaan tidak dapat dipertahankan saja,kita harus berusaha merubah dan memajukan,oleh karena kebudayaan sebagai culture,sebagai barang yang tumbuh,dapat hilang dan bisa maju,” Mohammad Hatta. (*)