Dukung Kesetaraan Gender, Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Webinar

Avatar
Webinar kesetaraan gender oleh mahasiswa UIN Walisongo

Wartacakrawala.com – Kelompok 66 Kuliah Kerja Nyata Reguler dari Rumah Angkatan 77 melaksanakan webinar kesetaraan gender dengan tema “Kesetaraan Gender dalam Pendidikan dan Karir”, Selasa (9/11).

Acara dilaksanakan secara online melalui platform zoom meeting dan live streaming YouTube, dengan jumlah peserta kurang lebih 50 orang yang merupakan mahasiswa dari berbagai kampus dan jurusan.

Webinar tersebut menghadirkan keynote speaker Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 66 KKN RDR Angkatan 77 yaitu Riza Rizki Faozan Syakur, M.E, koordinator Kelompok 66 KKN RDR Angkatan 77 Ahmad Tri Wahyudi, serta menghadirkan Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang Anthin Lathifah, M.Ag sebagai narasumber.

Acara diawali dengan sambutan Ahmad Tri Wahyudi selaku koordinator Kelompok 66 KKN RDR Angkatan 77. Ia mengucapkan terimakasih kepada peserta webinar yang telah meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Saya berharap agar webinar berjalan dengan lancar serta bermanfaat bagi semua peserta. Sehingga webinar ini nanti bisa memberikan dampak baik,” paparnya.

Dalam pemaparan materi, Anthin Lathifah, M.Ag menerangkan bahwa kesetaraan gender di bidang pendidikan dan karir yaitu  kondisi laki-laki dan perempuan itu sama-sama memiliki.

“Tidak ada perbedaan dan pembatasan dalam akses, peran, kedudukan, kontrol dan manfaatnya di dunia pendidikan dan karir,” paparnya.

Lebih jauh, Anthin Lathifah menerangkan bahwa saat ini realita masih terdapat ketidaksetaraan gender berupa jenis peran dan kedudukan yang pantas bagi laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Komitmen Membangun Desa, Apedi Gandeng Perusahaan Token Karya Anak Bangsa

“Misal dalam kedudukan Presiden, lebih banyak laki-laki dan perempuan, begitupun dalam struktur organisasi yang ada di lingkungan kampus,” lanjutnya.

Anthin Lathifah M.Ag juga menjelaskan apa saja bentuk keadilan gender di Indonesia dalam bidang pendidikan dan karir, antara lain tidak ada subordinasi, stereotype, marginalisasi serta tidak adanya kekerasan/bullying.

“Indonesia berada di rangking 93 kesejahteraan gender karena masih ada gap salah satunya di bidang pendidikan yang akan mengakibatkan hal negatif, seperti masih adanya stigma pendidikan perempuan,” katanya.

Terakhir, solusi dari ketidaksetaraan gender di bidang pendidikan antara lain menggali dan memaksimalkan potensi diri, memposisikan diri anda sebagai subjek jangan puas sebagai objek, membangun relasi yang setara dan maslahah sesuai kebutuhan.

“Serta lakukan rekonstruksi penafsiran atau pemahaman oleh ahli apabila ada pemahaman yang bias atau rekonstruksi struktur sosial yang patriarki agar diganti dengan yang lebih adil,” pungkasnya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan sesi diskusi seputar tema yang diusung dalam webinar. Para partisipan sangat antusias dalam bertanya dan ingin mendapatkan ilmu selain materi yang dipaparkan oleh narasumber.

Selain itu, peserta diminta kampanye kesetaraan gender dengan memberikan link twibbon kesetaraan gender untuk disebarluaskan di media sosial Instagram dan Whatsapp. Hal ini bertujuan untuk mendukung kesetaraan gender secara online di masa pandemi saat ini. (*)

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
aAAH7Vn1zAAAAAElFTkSuQmCC

Komitmen Membangun Desa, Apedi Gandeng Perusahaan Token Karya Anak Bangsa

Next Post
aAAH7Vn1zAAAAAElFTkSuQmCC

Bagikan Masker, Mahasiswa UIN Walisongo Ingatkan Pentingnya Disiplin Prokes

Related Posts
Total
0
Share