Mau Qurban Tapi Takut PMK? Yuk Simak Apa Itu PMK

Shofy Maulidya Fatihah
Berkorban sapi di momen hari raya idul adha / LAZNAS YDSF Malang
Berkorban sapi di momen hari raya idul adha / LAZNAS YDSF Malang

Wartacakrawala.com – Semakin kesini masyarakat Indonesia sudah menjadi kebiasaan dengan adanya berbagai macam polemik dan masalah. Belum selesai virus Covid-19 yang melanda dunia, kini di Indonesia juga digemparkan dengan serangan virus yang memangsa hewan ternak.

Namun diantara beberapa macam hewan ternak tersebut, sapi lah yang sering menjadi target serangan virus. Sapi merupakan komoditas yang memiliki peminat cukup tinggi di kalangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Bantu Atasi PMK Hewan Ternak, Pemuda Situbondo Bagikan Jamu Gratis ke Pelosok Desa

Selain menjadi komoditas dalam bidang makanan, sapi juga dapat digunakan oleh umat muslim untuk menunaikan hari raya Idu Adha dengan cara berqurban. Selain sapi ada juga terdapat beberapa hewan ternak yang sering digunakan untuk berqurban di Indonesia, antara lain Kambing, Domba dan Sapi.

Menjelang momen 10 Dzulhijjah tahun ini, para peternak hewan qurban sedang mengalami kegalauan dengan datangnya virus yang menyerang ternak mereka. Virus tersebut Bernama PMK (Penyakit Kulit dan Kuku).

Apa itu PMK?

Penyakit Mulut dan Kuku yang dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai Foot and Mouth Disease merupakan penyakit hewan yang menular serta menyerang beragam hewan ternak meliputi babi, kambing, sapi, domba, dll.

Baca juga: KKN-Tematik UNIRA ” Membangun desa melalui pengembangan potensi kawasan pedesaan”. Kel.5 Desa Kesamben Siapkan Program Tepat Guna

Dampak yang ditimbulkan dalam penyebaran virus ini tidak hanya dirasakan oleh hewan ternak atau peternak saja, namun dapat juga dirasakan oleh masyarakat luas, terkhusus masyarakat yang ingin menunaikan Qurban.

Prof. drh. R. Wasito, M.Sc., Ph.D., selaku Dosen FKH di UGM mengatakan bahwa “Penyakit Mulut dan Kuku merupakan virus yang akut, cepat, dan mendadak, membuat pengontrolan dan penyebarannya sangat cepat dan infeksius. Dapat menjangkit babi, ruminansia, dan sejenis rusa,” paparnya.

PMK dilaporkan terjadi pertama kali di Indonesia pada 1887 di Kota Malang, Jawa Timur. Pernyataan tersebut dijelaskan pada isi jurnaal Penyakit Mulut dan Kuku: Penyakit Hewan Eksotik yang ditulis langsung oleh RM Andul Adjid.

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Mahasiswa KKN Kelompok 5 Desa Kesamben Kec. Ngajum Kab. Malang bersama dosen pembimbing lapangan Dewi ambarwati, M.H

KKN-Tematik UNIRA ” Membangun desa melalui pengembangan potensi kawasan pedesaan”. Kel.5 Desa Kesamben Siapkan Program Tepat Guna

Next Post
Kunker Kapolres Malang ke Polsek Sumbermanjing Wetan

Cek Kesiapan, Kapolres Malang Lakukan Kunker ke Polsek Sumawe

Related Posts
Total
0
Share