“Hendak Pulang”
Tiba-tiba kupesan tiket pesawat
Jam 8 di gramedia terdekat
Sebab ada yang hendak berangkat
Entah siapa yang berangkat
Mungkin diriku
Besoknya tahu-tahu aku sudah di bandara
Tiketnya ada
Bajuku siap siaga
Pesawat telah hangat
Namun hatiku tak juga sehat
Hadeeeh
Akhirnya kuberikan tiket itu ke seorang pelacur dekat rumahku
Barangkali pindah ke daerah kampungku
Nasib untungnya sedang menunggu
(2021)
“Lagu Menyanyi”
Kita berjalan lagi
Kita berjalan lagi
Menuju mentari yang menanti
Siapkan senyummu
Angkat kuat kakimu
Janganlah menoleh membelakangi sesekali
Hari ini
Jangan lagi menyendiri
Segar angin tidak pada pergi
Lalu hiruplah nafas lagi dan menyanyi
Lantaran kebaikan bakal berbenih tak jauh
Dari hati yang jernih
Sampai jumpa tanah air cintamu
Kapal takdir takkan berlabuh di pelabuhan yang sama
Meskipun hujan turun
Melintas selalu dalam rintik yang lama
“Bermain”
Daripada mengaggur,
Lebih baik kita bermain saja:
Saling diam.
Saling tatap-tinatap.
Yang paling sering berkedip, kalah.
Yang sering berkedip itu yang paling kalah
“Mantera Hujan”
Hujan turunlah
Turunlah hujan
Naiklah yang tak mau
Sesukamu bila perlu.
“Doa Sumpek”
Ya Allah,
Bosanilah sumpek,
Sumpekilah bosan,
Sumpekbosanilah hal diriku yang menjerumuskan…
Biodata
Muhammad Dawil Huzomi
Sempat lahir 27 Februari 2001 di Pontianak, Sehari tepat sebelum temannya lahir, setelah melanjutkan dari Pondok Pesantren Annur 2 Malang, ia kini berada di tanah kelahirannya sendiri dan melanjutkan perkuliahannya di IKIP PGRI Pontianak. Apabila memang ada yang perlu dihujat terhadap penulis langsung saja cek instagramnya: @k.semoetan.